Perubahan Wajah Transportasi Indonesia di Mata Anak Rantau

Dear anak rantau, masih ingat gak pertama kali datang ke Jakarta? Saya sih ingat banget, akhir tahun 2014 saya datang ke Jakarta karena mendapatkan tawaran interview kerja. Eh, gak kerasa sudah hampir 5 tahun saya bertahan hidup di ibukota.

Seperti kebanyakan orang bilang, Jakarta itu macet. Saya pun merasakan sendiri kemacetan yang luar biasa. Ceritanya waktu pulang kantor dari Kuningan menuju kosan, metro mini yang saya naiki terjebak macet di Fatmawati. Saya melihat lampu merah menyala. Oh, pantas macet. Namun ketika lampu sudah berubah jadi hijau, metro mini tetap masih belum jalan sedikitpun. Saya sempat tertidur dan saat bangun posisi metro mini masih berada di tempat yang sama. Mungkin ada 3 kali lampu hijau kami masih tidak bergerak. Saya mulai merasakan stres di jalanan dan bergumam dalam hati, “Ini sudah 3 kali lampu hijau tetap aja gak jalan, memangnya apa yang ditungguin?”

Saya tidak kuat dan akhirnya memilih jalan kaki untuk menuju ke kos. Sepanjang perjalanan saya masih melihat kendaraaa berhenti, tidak bergerak sama sekali, malam itu saya akhiri dengan jalan kaki kurang lebih 2-3km untuk sampai di kos dan total kurang lebih 3 jam dari Kuningan, Jaksel ke Cipete.

Bulan lalu, saya saya kembali lagi melewati jalanan yang sama seperti 5 tahun lalu. Keadaan sudah tidak lagi sama, saya bisa melihat pemandangan berbeda, saya pun tidak khawatir lagi terjebak macet di Fatmawati. Karena saya naik MRT, hehehe. Tranportasi modern yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta. Rasanya nyaman sekali dibandingkan 5 tahun lalu. Nyaman, cepat, dan tidak kenal macet.

Wajah Tranportasi Indonesia

Bisa dibilang, saya menjadi saksi sejarah perubahan wajah transportasi di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. MRT adalah 1 dari sekian banyak bukti berkembangnya wajah transportasi negeri ini. Perjalanan yang dulu sempat saya tempuh hampir 3 jam, kini hanya membutuhkan waktu 28 menit saja. Senang banget rasanya.

Seperti kita tahu, bahwa bulan Maret 2019 transportasi modern MRT diresmikan. Menjadi trending topic di Indonesia, bahkan nih orang luar Jakarta pun bela-belain datang hanya ingin merasakan naik MRT. Mungkin saya salah satu orang yang beruntung, karena bisa jadi saya orang pertama dari desa saya yang bisa merasakan naik MRT, hehe.

Kalau dilihat secara luas, perubahan wajah transportasi Indonesia juga terjadi di berbagai daerah.

Seperti laporan yang disampaikan Kemenhub melalui data infografis berikut:

Pencapaian Transportasi Indonesia

Bisa kita lihat sendiri, bagaimana infografis tersebut memperlihatkan ada banyak sekali sektor yang sedang berkembang dan menunjukan Indonesia semakin maju dan unggul.

Setidaknya ada 10 pembangunan bandara baru, rehabilitasi 65 terminal, dan 21 lokasi pembangunan pelabuhan penyebarangan. Selain itu, ada pembangunan stasiun/bangunan operasional kereta api sebanyak 45 lokasi, serta 394,6 km peningkatan 7 rehabilitasi jalur kereta api. Ada juga nih pembangunan jalur kereta api termasuk jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 735,19 km. Ditambah lagi pembangunan pelabuhan non komersial di 104 lokasi dan 10 pembangunan & pengembangan sekolah/kampus.

Untuk dapat informasi terbaru tentang trasportasi Indonesia, bisa juga follow socmed berikut :
Twitter: https://twitter.com/kemenhub151
Facebook: https://www.facebook.com/kemenhub151
Instagram: https://instagram.com/kemenhub151

Kalau dilihat secara garis besar, sektor transportasi sangat dipikirkan tidak hanya di perkotaan, tapi juga di daerah. Tidak hanya di darat tapi juga di udara dan laut. Membaca berita positif  kayak gini membuat kita semakin optimis memandang negara Indonesia kita tercinta, bukan?

Sebagai anak rantau, saya sangat senang bila ada peningkatan dan kemajuan transportasi umum. Kereta api semakin nyaman dan jalan tol semakin banyak sebagai alternatif  lain jalur pulang kampung. Selain itu, dengan menggunakan tranportasi umum, kita bisa mengurangi polusi udara juga, kan? Seperti alasan saya jual motor beberapa waktu lalu di postingan saya sebelumnya.

Eh, kalau dihitung-hitung, dengan menggunakan tranportasi umum bisa menghemat pengeluaran kalian tiap bulan, loh. Ini salah satu tips hemat ala anak rantau menurut pengalaman saya. MRT sangat bisa diandalkan dan menjadi transportasi umum favorit saya.
Kalau kamu, apa transportasi umum favoritmu? Dan apa alasannya? Share, dong!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.