Pulang Kampung, Waktu Paling Membahagiakan Anak Perantauan

Pulang Kampung, Mudik asyik menyambut lebaran datang…

Sebuah tweet mengingatkanku bahwa “Bulan Ramadhan adalah Bulan Kumpul keluarga”  saya sangat menyutujui tweet tersebut, karena menurutku ketika datang waktu lebaran hanya ada satu kata yang akan menggambarkan sebuah arti menyambut Lebaran dan hikmah puasa dengan kumpul keluarga yaitu “Kebahagiaan”.

Kebahagiaan saat menyambut datangnya lebaran itu tidak akan terasa lengkap apabila ada satu saja anggota keluarga yang tidak datang. Hal itu terjadi tahun ini, kakak yang dari Jogja memutuskan mudik sekitar H+2 setalah Lebaran. Itu artinya kami keluarga besar akan merayakan dan menyambut hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri dengan masih ada kurang anggota keluarga yang belum datang. Namun, semoga kami segera bisa berkumpul dan diberi keselamatan…

Sekilas otakku mengingat masa lalu bersama kakak pertama, aku terngiang masa kecil bersama saudara-saudaraku salah satunya adalah kakakku yang kini belum bisa pulang. Kami 4 saudara ketika kecil sangat antusias menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ada hal unik yang selalu kami lakukan bersama keluarga dan saudara-saudaraku yaitu ketika setiap menjelang lebaran atau malam H-3 sampai malam takbiran di desaku selalu ada tradisi slametan atau banca’an.

Banca’an tersebut menjadi rutinitas setiap menjelang hari Lebaran. Banca’an/Slametan disini biasanya dilaksanakan oleh setiap rumah di RT kami. Banca’an disini biasanya diikuti oleh kepala keluarga dalam 1 RT yang kurang lebih 14-15 kepala keluarga. Moment menariknya adalah saat banca’an tiba itu artinya banyak makanan dan juga banyak jajan yang akan selalu datang dari setiap tetangga sekitar. Kami 4 bersaudara seakan menjadi juri dan pemilih yang akan selalu mengomentari kira-kira makanan yang mana yang paling enak. Selain itu mengumpulkan jajan-jajan yang enak kemudian berebutan dengan beberapa saudara-saudara yang lain. Itu ketika kami masih kecil..kecil…kecil bangeet dulu sekitar SD.

Saat ini, semua itu hampir sudah jarang kami lakukan karena kami semua kini sudah besar sang kakak pertama pun sudah bersuami, kakak kedua juga sudah beristri sedangkan aku masih single sendiri tersisa adikku yang juga masih kuliah. Namun, kenangan setiap menjelang lebaran tersebut selalu menjadi bahan obrolan yang unik setiap kali kumpul keluarga moment menjelang lebaran itu seakan sudah melekat di benak kami dan kami tidak bisa melupakan moment menarik tersebut. Setiap menjelang lebaran setiap ada banca’an setiap itu pula aku seakan mendapatkan kenangan yang tak terlupakan di keluarga kami.

Namun, lebaran kali ini terasa sedikit berbeda karena sang kakak tidak bisa pulang sebelum lebaran karena harus menunda mudik. Akan tetapi moment yang paling ditunggu yaitu kumpul keluarga semoga segera terlaksana. Amin. Sebagai anak perantauan, sebentar lagi datang waktu pulang kampung atau MUDIK dan sebagai anak perantauan yang jarang pulang moment pulang kampung menyambut Lebaran adalah hal paling membahagiakan sudah merindukan dan berharap segera bertemu dengan seluruh anggota keluarga. Saat ini pun sang kakak pertama pulang dengan 2 gathotkaca kecil yang selalu membuat gaduh suasana lebaran. Merekalah pengganti keceriaan keluarga kami….Ghuza dan Ghuzi…

Ghuza dan Ghuzi

Ghuza dan Ghuzi

Semoga segera kumpul keluarga semoga hikmah puasa dan lebaran kali ini lebih bermakna jarak dan waktu yang memisahkan segera sirna oleh yang namanya pertemuan. Kita tidak bisa mengulang kenangan masa lalu yang manis menyambut lebaran tapi kita selalu bisa membuat kenangan kebersamaan dengan keluarga.

Pesan bagi  anak perantauan seluruh nusantara yang akan pulang kampung. Segera tiba waktu paling membahagiakan itu tapi berhati-hatilah dalam perjalanan jangan terburu-buru dan ngebut di jalan  “Ingat keluarga menanti di Rumah…..” Sekian.

Comments
  1. Kika
    • MdarulM
  2. rusydi hikmawan
  3. duniaely
    • MdarulM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *