Kamu Juga Bisa! Cara Sederhana Berbagi Kebahagiaan

Tahun 2015 ini, pertama kalinya aku merayakan bulan Ramadan di perantauan. Jauh dan tanpa kehadiran keluarga. Bahkan, tak bisa mudik ke kampung halaman karena kewajiban mencari rezeki di Ibukota Jakarta.

Ramadan tahun ini, banyak hal yang bisa kuambil hikmahnya. Sebagai ibukota negara Indonesia, Jakarta punya pesona tersendiri. Ada yang bilang, Jakarta layaknya Ibu tiri yang keras, kejam dan penuh tantangan. Diperlukan mental kuat untuk bisa bertahan menjadi anak perantauan.
Tapi, satu kejadian sederhana di angkot merah S 11, yang biasa kutumpangi saat pulang kerja menuju kost, memupus kesan negatif tentang orang Jakarta yang hidup keras dan kejam. Bagaimana ceritanya? Sambil seruput kopi, monggo simak ya..

Khusus di bulan Ramadan, jam kerja kantor berubah menjadi lebih cepat. Hal yang menyenangkan, karena aku berharap bisa nututi berbuka puasa di kost. Tapi harapan tak selalu sesuai dengan keinginan, seperti sore itu.

Kondisi jalanan di Jakarta memang tak pernah bisa diprediksi. Arus lalu lintas Jakarta seperti suasana hati ketika jatuh cinta. Tiba-tiba seneng, tiba-tiba sedih. Yang kelihatannya lancar tapi ternyata tak juga selancar yang diharapkan. Yang terlihat macet ternyata nggak macet-macet amat. Dan, suasana hati makin kisruh, karena aku terlupa membawa bekal sebotol air, yang biasanya aku bawa untuk berjaga-jaga bila datang waktu berbuka masih terjebak macet di jalan.

Sekedar tips, install aplikasi untuk pantau kemacetan dan bila datang bulan Ramadan selalu siaga air putih dalam tas.

Macet parah mengiringi sore perjalanan pulang. Masih di angkot merah S 11 jurusan Lebak Bulus – Pasar Minggu, terdengar suara adzan. Tanpa sebotol air atau makanan, tak ada yang bisa kulakukan untuk sekedar membatalkan puasa, hanya berharap angkot merah segera sampai tempat tujuan. Pasrah!
Tiba-tiba, seorang ibu setengah baya, sambil tersenyum ramah menyodorkan sebungkus gorengan, kepada seluruh penumpang. Untuk membatalkan puasa. Tanpa ragu dan sedikit memaksa kami untuk menerima gorengan, agar bisa segera membatalkan puasa.
Sambil meyakinkan kepada kami, Ibu mengatakan “Ini masih baru kok, tadi saya beli sebelum naik angkot”.

Pandangan tentang hidup nafsi-nafsi di Jakarta sedikit terkikis. Begitu menerima gorengan, aku merasa sangat bahagia. Hal sederhana berbagi takjil untuk berbuka, membuatku bahagia dan percaya masih ada orang baik di Jakarta. Masih ada sosok Ibu yang punya rasa mengayomi meski bukan anaknya sendiri. Tidak kejam justru terkesan dermawan….Orang Jakarta.

Kebaikan ini adalah cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan. Bukan seberapa besar yang bisa kita berikan, tapi seberapa manfaat yang kita beri sesuai kemampuan kita. Bahagia memang sesederhana itu.
Berbuka puasa dalam kemacetan Jakarta dengan gorengan yang dibagikan ibu setengah baya. Senyum ceria mengembang dari seluruh penumpang angkot merah S 11. Sungguh luar biasa nikmatnya…
Saya percaya, kalau banyak cara sederhana, tanpa rasa curiga dan sekat-sekat rasa yang berbeda, yang bisa dilakukan secara bersama tentu membuat Jakarta lebih baik. Bukan hanya di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia atau dunia. Kunci pentingnya adalah berusaha untuk membangkitkan damai sejahtera dari kebaikan kecil dengan semangat membangun bersama….

Semangat kebersamaan itu mulai dipraktekkan oleh HolcimProject yang menghadirkan program yang membutuhkan partisipasi kita bersama dalam hal gerakan sosial, yaitu: HolcimProject.
Apa dan bagaimana cara kerja Holcim project?

#HolcimProject
Sesuai dengan komitmen Holcim untuk terus “Membangun Bersama”, Holcim mengajak masyarakat luas untuk bersama ikut dalam gerakan #HolcimProject, yaitu gerakan sosial yang bertujuan untuk memperbaiki fasilitas publik di Indonesia..

Semen Holcim Project

Bagaimana mekanismenya ?

  1. Connect Febook anda dan Like Facebook Holcim – Membangun Bersama untuk ikut berpartisipasi dan memberikan donasi dalam #HolcimProject
  2. Share #HolcimProject yang ingin anda bantu ke teman-teman Anda melalui websitenya #HolcimProject di http://holcimproject.membangunbersama.com
  3. Setiap 1 share yang Anda lakukan bernilai 50 Poin. Dengan2 kali share, Anda akan mendapat100 poin dan otomatis mendapatkan 1 sak semen.
  4.  Setelah mendapatkan 1 sak semen, anda sudah bisa melakukan donasi di salah satu project CSR Holcim, dengan cara klik donasi, lalu donasikan jumalah sak semen yang anda dapatkan.
  5. Setelah melakukan donasi anda akan mendapatkan medali seperti :

HolcimProject

Ada 4 project CSR Holcim untuk Indonesia yang bisa kamu pilih, di antaranya :

#HolcimProject1
Madrasah Ibtidaiyah Al-Falahiyah Kedungrejo – Jawa Timur

Madrasah Ibtidaiyah Al-Falahiyah yang terletak di sekitar Pabrik Holcim di desa Kedungrejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kondisi Madrasah Ibtidiyah Al-Falahiyah ini dapat dikatakan jauh dari kata layak, “jumlah murid dan ketersediaan ruang kelas yang tidak sebanding menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar” terang salah satu pengajar disana.
Dengan sarana dan prasarana yang layak, maka generasi penerus bangsa akan mendapatkan bekal pendidikan untuk masa depan mereka melanjutkan pembangunan di Indonesia.
Segera ikut bantu Holcim untuk memperbaiki Madrasah Ibtidaiyah Al-Falahiyah dengan menshare #HolcimProject ini, agar pembangunan dapat segera dilakukan dan masyarakat di sana dapat sesegera mungkin dan proses pengajaran disana dapat berjalan semakin baik.

#HolcimProject2
Tandon Air Desa Kedungrejo Kedungrejo – Jawa Timur

Ketersediaan dan akses terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi banyak masyarakat di Tanah Air. Hal ini juga terjadi di tiga dusun di Desa Kedungrejo, Kabupaten Tuban. Pasokan air bersih yang ada sekarang belum bisa mencukupi kebutuhan di tiga dusun. Salah satu hal yang dapat Holcim lakukan untuk terus menjaga komitmen “Membangun Bersama” adalah dengan mengajak masyarakat sekitar membangun tandon air yang dapat mencukupi kebutuhan air bersih disana.
Dengan kemudahan akses mendapatkan air bersih, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di Desa Kedungrejo.

#HolcimProject3
Pembangunan jalan desa di Narogong – Jawa Barat

Sarana infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam menjalani keseharian mereka. Buruknya infrastruktur yang tersedia dapat mengakibatkan tersendatnya pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Holcim sebagai sebuah perusahaan yang memiliki komitmen untuk terus “Membangun Bersama” mengajak masyarakat untuk membangun jalan desa yang rusak di sekitar pabrik Holcim Narogong.
Dengan semakin membaiknya sarana infrastruktur yang ada akan memicu pertumbuhan ekonomi semakin maju dan pesat.

#HolcimProject4
Bedah Rumah Desa Tritihwetan Jeruklegi Cilacap – Jawa Tengah

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap insan manusia, sehingga ketersediaan hunian yang layak merupakan impian dan harapan bagi kita semua. Sebagai wujud kepedulian dan komitmen Holcim untuk terus “Membangun Bersama”, Holcim bersama warga di sekitar pabrik Holcim di daerah Cilacap melakukan langkah perbaikan rumah yang kurang layak.
Semakin banyak orang baik dan mau saling menolong sesama, inilah yang dirindukan oleh Indonesia. Semangat gotong royong dan tolong-menolong yang banyak diperlukan Indonesia. Tak harus mewah, banyak dan besar. Sesuai dengan kemampuan kita, yang bila dilakukan dengan semangat membangun bersama, Indonesia bisa lebih baik.
Tanpa perlu muluk-muluk berbagi kebahagiaan. Wujudkan hal itu dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan saat ini juga.

Project sosial seperti ini perlu didukung. Saya sudah melakukan like dan share dan akun dari Facebook saya. Bagi yang setuju bahwa hal kecil bisa mengubah dunia, saya percaya kamu pasti akan ikut melakukan like dan share project social ini.

Donasi Holcim Project
Kapan lagi bisa membuat sedikit perubahan dari hal sederhana yang bahkan semua orang bisa yaitu hanya sekedar bermodal like dan share di facebook? Tak perlu nunggu kaya untuk membangun bersama cukup SEKARANG juga like dan share. Indonesia perlu lebih banyak project social seperti ini dan sudah pasti aku akan mendukungnya….

Latest Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.